Inilah 9 Proses Produksi dan Pengerjaan Furniture

Inilah 9 Proses Produksi dan Pengerjaan Furniture – Tertarik dengan proses pembuatan mebel jepara yang anda gunakan di rumah? Bagaimana Anda mengubah sepotong kayu besar menjadi perabot yang indah dan praktis? Furnitur yang dihasilkan berkualitas tinggi karena membutuhkan ketelitian yang tinggi supaya furniture yang di buat awet dan tahan lama.

Selain itu, setiap langkah proses memiliki tingkat kesulitan dan kontrol kualitas yang berbeda. Selain itu, proses pembuatan furnitur yang berbeda memerlukan keterampilan dan alat yang berbeda pula. Ingin tahu lebih banyak? Di bawah ini saya akan memberikan sedikit rangkuman proses pembuatan furnitur kayu.

1. Mencari Bahan Baku (kayu)

Langkah pertama adalah mendapatkan bahan utama berupa kayu gelondong (log). Pada tahap pertama ini, pohon baru saja ditebang dan masih berbentuk batang besar. Untuk mendapatkan kayu berkualitas, harus memilih kayu tua. Untuk beberapa jenis kayu, proses pengelupasan dilakukan untuk mempercepat pengeringan kayu. Kemudian baru di potong-potong sesuai kebutuhan.

2. Pemotongan Kayu

Untuk pengolahan lebih lanjut, batang kayu harus dipotong dengan menyesuaikan ukuran furnitur yang akan diproduksi. Biasanya batang kayu dipotong menjadi lembaran setebal 3-15 cm. Mesin yang digunakan untuk memotong kayu adalah gergaji berukuran besar.

READ :  5 Persiapan Penting sebelum Memilih Jasa Desain Banner

3. Pengeringan Kayu

Salah satu langkah terpenting adalah mengeringkan kayu. Kayu harus dikeringkan karena sifat fisiknya dapat berubah tergantung pada kadar air kayu. Pengeringan juga melindungi kayu dari berbagai serangga dan penyakit, meningkatkan daya tahan dan kekuatannya. Anda bisa mengeringkannya di luar ruangan, mengandalkan sinar matahari, atau dengan memasukkan kayu ke dalam oven.

4. Proses Menyesuakan Ukuran Kayu Pada Furniture

Saat kering, potong kayu yang ideal sesuai dengan ukuran dan bentuk furnitur jepara yang ingin Anda buat. Juga pada tahap ini, kualitas bahan diperiksa untuk melihat apakah kayu memiliki cacat alami. Pada titik ini, pekerjaan biasanya dilakukan dengan gergaji mesin.

5. Penyerutan Kayu

Setelah proses pengeringan, proses selanjutnya adalah penyerutan Kayu untuk menghilangkan tekstur kasar kayu dan menentukan ukuran furnitur yang tepat untuk dibuat.

6. Pengamplasan Kayu

Langkah selanjutnya adalah langkah pengamplasan untuk mencapai permukaan halus yang diinginkan. Beberapa produk memerlukan pemolesan sebelum perakitan. Namun, beberapa furnitur dilakukan pada akhir pengerjaan, seperti furnitur besar seperti lemari, pintu, dan meja besar. Untuk produk yang lebih besar, dapat digunakan mesin untuk mempercepat proses pengamplasan.

READ :  Rumus Cara Menghitung Kapasitas Genset yang Dibutuhkan Perusahaan

7. Perakitan Furniture

Jika proses – proses di atas sudah selesai, langkah selanjutnya adalah perakitan. Jika produk dapat dilepas, Anda dapat melanjutkan perakitan setelah finishing. Namun, untuk pintu dan laci biasanya di stel terlebih dahulu agar memudahkan perakitannya setelah proses finishing.

8. Finishing

Proses finishing dilakukan sebelum barang dikirim. Proses ini merupakan langkah terakhir dalam proses pembuatan furniture. Pada tahap ini, tukang kayu menerapkan lapisan yang melindungi kayu, membuatnya indah dan elegan. Ini juga merupakan langkah terakhir untuk memastikan furnitur Anda sempurna dan siap dikirim.

9. Pengiriman Furniture

Setelah menyelesaikan semua langkah, selanjutnya adalah mengemas barang dan mengirimkannya ke toko atau pembeli. Bahkan pada tahap pengemasan dan pengiriman produk ini, perhatian besar harus diberikan untuk memastikan bahwa produk tidak rusak saat di terima oleh pelanggan.

Membuat furnitur membutuhkan proses yang panjang, bukan? Setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan kualitas furnitur yang di buat baik, kuat dan tahan lama.